Keadaan yang Paling Tepat

Saudaraku,

Allah kita lebih mengenal kita daripada diri kita sendiri. Perasaan dan pikiran kita sering sangat situasional. Di situasi bagaimana, kita berpikir apa; di situasi bagaimana keputusan kita apa, kehidupan rohani kita juga bagaimana. Allah tahu, kita ini sangat situasioanal. Kecuali kalau kita sudah bertumbuh menjadi dewasa dan kokoh, barulah kita tidak menjadi situasional. Sering Tuhan membawa kita kepada keadaan-keadaan yang benar-benar kita tidak sukai. Tapi, tahukah Saudara bahwa situasi seperti itu adalah situasi yang dipandang oleh Tuhan tepat untuk kita? Pada intinya Tuhan ingin kita terus bertumbuh di dalam kesucian, terlepas dari percintaan dunia dan layak menjadi anggota keluarga Kerajaan.

Dunia akan berlalu. Manusia datang pergi silih berganti, seperti awan di atas langit. Tetapi Allah tetap selamanya, dan Allah tetap menegakkan hukum, tatanan-Nya, dan Allah tidak berubah. Hakikat-Nya tidak berubah. Allah Mahabaik. Bukan hanya baik, tetapi mahabaik. Allah tidak ingin seorang pun binasa. Tetapi Allah tidak bisa menghindarkan seseorang binasa kalau orang itu memang tidak menerima keselamatan dan penggarapan yang Allah lakukan. Oleh sebab itu dalam situasi yang kita tidak suka, mari kita belajar bersyukur dan percaya, walau kita tidak tahu mengapa keadaan ini terjadi di dalam hidup kita. Keadaan atau situasi yang Tuhan izinkan kita alami adalah keadaan atau situasi yang paling tepat untuk kita.

Puji Tuhan, kalau kita sudah bisa bertumbuh dan tidak situasional. Apa pun keadaan kita, kita tetap menaruh percaya kepada Allah. Apa pun keadaan kita, kita berintegritas menjaga kesucian. Apa pun dan bagaimana pun keadaan kita, kita tetap memilih Tuhan, memilih pulang ke surga, ke Kerajaan-Nya.  Itulah sebabnya, di dalam Firman Tuhan, Tuhan mengatakan, “Ucapkanlah syukur dalam segala hal.” Mengapa Tuhan mengatakan agar kita mengucap syukur dalam segala hal? Karena ucapan syukur kita adalah satu pengakuan bahwa apa yang dikerjakan oleh Allah itu baik. Berulang-ulang bahkan, Firman Tuhan mengatakan, “Ucapkanlah syukur dalam segala hal”.

Dan segala sesuatu yang kita alami itu semua ternyata berkat. Ada berkat abadi di balik semua peristiwa-peristiwa hidup yang kita alami. Luar biasa. Jadi ketika kita mengucap syukur,

  • kita mengakui Allah itu baik,
  • kita mengakui bahwa Allah itu bijaksana,
  • kita mengakui bahwa segala sesuatu yang Allah lakukan itu tepat sempurna.

Jadi kalau di Efesus 5:20 dikatakan, “ucapkan syukur atas segala sesuatu,” itu adalah bentuk pengagungan, pujian, penghargaan dan penghormatan kita kepada Allah. “Ucapkan syukur dalam segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.” Mengapa ditambahkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus di situ? Tentu, karena kita bisa mengenal Allah, bersekutu dengan Allah dan bisa ada di hadapan Allah karena Tuhan Yesus Kristus. Dan karena lewat semua persoalan hidup atas segala sesuatu artinya lewat seluruh masalah yang kita alami, kita mau dibawa kepada maksud keselamatan diberikan; yang kita peroleh dalam Yesus Kristus.

Jadi yang dikerjakan oleh Allah dalam kehidupan umat pilihan Perjanjian Baru adalah menjadi manusia yang menerima keselamatan dalam Yesus Kristus atau mencapai maksud keselamatan yang Allah berikan. Di Perjanjian Lama apa yang dilakukan Allah adalah supaya bangsa Israel bisa menempati tanah Kanaan. Dan di tanah Kanaan itulah khususnya di kota Bethlehem akan dilahirkan Mesias Juruselamat. Itu maksud rencana Allah memilih umat pilihan Perjanjian Lama. Selain mereka menjadi umat yang menyimpan catatan mengenai tindakan-tindakan Allah, bangsa itu menyimpan memuat dokumen, kisah tentang siapa Allah yang benar. Mereka juga menjadi bangsa yang melahirkan Mesias. Maka Allah begitu memperhatikan mereka sampai hari ini. Sebab mereka menjadi saksi, siapa Allah yang benar itu.

Tetapi orang percaya yang menerima keselamatan Allah, dikehendaki untuk bisa menjadi manusia sesuai dengan rencana Allah menciptakan manusia itu. Sehingga orang percaya menjadi saksi juga bukan hanya menunjukkan siapa Allah yang benar, melainkan menjadi saksi bagaimana Allah yang benar itu. Karena orang percaya menunjukkan karakter Bapanya. Itulah sebabnya Firman Tuhan mengatakan, “Kamu harus sempurna seperti Bapa di surga.” Nah, masalahnya sempurna ini perlu proses. Maka Allah menggunakan peristiwa-peristiwa, kejadian-kejadian hidup untuk memroses itu. Dan semakin seseorang mau menjadi sempurna atau bahkan dengan kecepatan yang lebih tinggi, maka persoalannya pun sering juga lebih berat. Sekarang tergantung Saudara, mau terima atau tidak?

Teriring salam dan doa,

Pdt. Dr. Erastus Sabdono

Keadaan yang Tuhan izinkan kita alami adalah keadaan yang paling tepat untuk kita bertumbuh dewasa dan bertumbuh dalam kesucian.