Janji Penyertaan-Nya

Saudaraku,

Kita harus percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dan alam semesta ini berada di dalam kontrol Allah. Tidak ada sesuatu yang terjadi di luar kontrol Allah. Allah bukan saja Mahahadir, tetapi Allah juga mengendalikan dan mengontrol segala sesuatu. Kita pun ada di dalam pengontrolan Allah. Namun sering tanpa disadari, kita merasa bahwa Allah tidak campur tangan dalam hidup kita. Ada kejadian-kejadian yang kita pikir itu di luar kontrol dan kendali Allah. Sehingga kita menjadi begitu cemas, takut dan tidak jarang merasa ditinggalkan oleh Allah. Tetapi hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa Dia yang berjanji menyertai kita tetap menyertai kita; “Aku beserta kamu senantiasa,” begitu janji-Nya (Mat. 28:18-20).

Kalau kita merasa tidak disertai Tuhan, itu karena kita tidak memercayai bahwa Dia selalu menyertai. Atau karena kita memang telah meninggalkan Dia. Kita yang meninggalkan Bapa, yaitu ketika kita tidak sungguh-sungguh mengikatkan hati kita dengan Tuhan. Banyak orang yang begitu sibuk dengan segala urusan sampai Tuhan itu dianggap tidak ada atau tidak perlu ada. Khususnya dalam keadaan-keadaan di mana seseorang tidak merasa membutuhkan Tuhan. Yaitu ketika tidak ada masalah-masalah berat. Adapun masalah-masalah yang mudah kita tanggulangi, kita merasa tidak perlu campur tangan siapa-siapa, bahkan Tuhan pun tidak dibutuhkan. Namun kalau ada masalah-masalah yang berat, yang melampaui kemampuan kita menanganinya, barulah kita berurusan dengan Tuhan dengan sungguh-sungguh. Seharusnya kita berurusan dengan Tuhan bukan karena masalah-masalah dunia fana ini.

Banyak orang di luar Tuhan—orang yang tidak beragama, tidak bertuhan—tapi mereka juga bisa menjalani hidup dan mengurai masalah-masalah mereka dengan tanggung jawab. Sebab memang setiap orang mengalami pergumulan dan persoalan dan Tuhan sendiri konsekuen dengan janji-Nya bahwa Ia tidak mencobai manusia melampaui kekuatan manusia—bukan kekuatan anak-anak Allah (1Kor. 10:13, “bahwa pencobaan-pencobaan yang dialami kita tidak melampaui kekuatan manusia”). Tetapi kalau kita berurusan dengan Allah, hal itu karena masalah hidup kekal kita. Maka, kita harus berurusan dengan Allah terus-menerus setiap saat—bergantung kepada Tuhan walaupun tidak punya masalah keuangan, tidak punya masalah pekerjaan, tidak punya masalah bisnis, tidak punya masalah anak, tidak punya masalah keluarga—yang sama dengan terus melekat kepada Tuhan; dan itu karena kita memang tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Jika demikian, maka kita pasti ditopang oleh Allah dan tidak dipermalukan.

Saudara dapat membuktikan, pasti ada bedanya orang yang benar-benar selalu berurusan dengan Allah dengan orang yang tidak setia kepada Tuhan. Jadi mulai saat ini, mari kita setia. Salah satu sarana yang Tuhan berikan kepada kita adalah doa bersama, seperti doa pagi yang kita selenggarakan pada setiap pukul 5 pagi WIB. Ini adalah satu kesempatan yang tidak akan disesali, sebab pada waktu kita nanti pulang ke surga, kita tahu bahwa apa yang kita lakukan ini benar-benar memberkati hidup kita sendiri, keluarga, dan juga pasti memberkati banyak orang.  Jadi, mari kita mau sungguh-sungguh mencari Tuhan sampai Saudara bisa lebih menghayati bahwa Allah itu hidup, Allah itu beserta. Banyak bahaya yang tidak pernah kita duga yang bisa tiba-tiba terjadi di dalam hidup kita, tetapi kalau kita terus ada dalam persekutuan dengan Tuhan, hati kita menjadi lebih kuat, dan kita akan membuktikan perbedaan orang yang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh dan tidak. Makin hari, kita akan melihat adanya perbedaan; sangat beda.

Kita yakin bahwa Tuhan yang hidup, Tuhan yang berkuasa, akan menunjukkan kehadiran-Nya dalam hidup kita. Dan ini yang menjadi inti dari tujuan hidup kita bersekutu dengan Allah, yaitu hidup kita makin berkenan kepada Tuhan.  Suatu hari nanti, apa pun yang hari ini kita miliki, akan kita tinggalkan. Tetapi orang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan akan mendapati Tuhan, memiliki Tuhan, hidup dalam persekutuan dengan Tuhan, dan menjadi kekasih abadi Tuhan. Ini tujuan dari hidup Kristen, inti dan tujuan hidup kita. Memasuki tahun yang baru, mari kita kembali memperbaharui komitmen kita; cari Tuhan, temui Dia, hidup dalam persekutuan dengan-Nya setiap saat. Kita tidak mengerti apa yang akan terjadi di tahun 2022 ini, namun satu hal kita yakin bahwa Allah beserta kita, orang yang mengasihi-Nya.

Teriring salam dan doa,

Erastus Sabdono

Tuhan sendiri konsekuen dengan janji-Nya bahwa Ia tidak mencobai manusia melampaui kekuatan manusia