Skip to content

Gagal Fokus

1 Petrus 5:7-9 mengatakan, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia Allah yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah. Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia, Iblis, dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” Adalah kekhawatiran terhadap sesuatu yang membuat seseorang fokus kepada apa yang dia pandang mengancam, dia pandang membahayakan, dia pandang bisa mencuri kenyamanan dan damai sejahteranya, sehingga ia tidak waspada terhadap musuh utama yang lebih bisa merusak. “Jangan khawatir,” artinya kita jangan fokus kepada apa yang kita pandang membahayakan dan mengancam hidup kita, karena sesungguhnya ada yang lebih mengancam. Maka, sekarang kita tahu bahwa kekhawatiran membuat seseorang gagal fokus. Mestinya fokus kita pada peperangan; pergumulan melawan Iblis yang bisa membinasakan hidup kita.

Kekhawatiran yang membuat seseorang fokus kepada hal-hal yang minortidak penting, tidak prinsip—membuat ia gagal fokus pada hal mayor. Kegagalan fokus ini diusahakan oleh kuasa kegelapan, sehingga seseorang menjadi tidak waspada dan tidak berhati-hati terhadap musuh yang lebih kejam dari segala ancaman. Lebih kejam, lebih mengerikan, lebih membahayakan dari kemiskinan, dari kegagalan-kegagalan apa pun dalam hidup ini. Kegagalan memang menyakitkan, namun lebih menyakitkan kalau kita gagal memiliki hidup kekal bersama dengan Allah. Gagal fokus mengakibatkan seseorang tidak masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sebab kalau orang gagal fokus, ia pun gagal mengenali siapa lawannya.

Banyak orang berpikir musuh yang sungguh menakutkan adalah kemiskinan, sakit-penyakit, kegagalan karier, kegagalan berumah tangga, dan berbagai kegagalan lain. Padahal, musuh utama kita itu Iblis. Jika tidak ditaklukkan, ia malah menaklukkan. Dan kalau Iblis bisa menaklukkan seseorang, ia akan digiring ke dalam api kekal atau kebinasaan. Harus diingat, musuh ini tidak pernah tidur. Iblis memang selalu aktif berusaha untuk menarik orang masuk dalam persekutuan dengan kerajaan gelap supaya terhilang selamanya. Dia mengaum, mencari orang yang dapat ditelannya. Berarti orang tersebut bisa ditelan atau memberi diri ditelan. Jangan sekali-kali berpikir bahwa Allah sengaja memberi umpan manusia kepada Iblis. Kalau Firman Tuhan berkata agar kita waspada dan berjaga-jaga, maksudnya kita bisa menghindarkan diri dari cengkeraman singa, Iblis itu. Dengan demikian, apakah seseorang akan dapat ditelan oleh Iblis atau tidak, tergantung masing-masing individu.

Tuhan memberi kesanggupan setiap orang untuk menang terhadap Iblis jika ia berjalan dalam iman yang benar, namun Tuhan juga tidak akan bisa menolong orang itu kalau orang itu tidak berjalan dengan Tuhan. Tuhan mencari domba-domba yang hilang. Tetapi kalau dombanya memang tidak mau diselamatkan, tidak bisa. Maka Tuhan mengingatkan, “Lawanlah dia dengan iman yang teguh.” Iman yang teguh artinya kesungguhan untuk berusaha mengerti kehendak Allah dan melakukannya. Kita melawan setan dengan mencari kehendak Allah, mengerti kehendak Allah, melakukan kehendak Allah. Maka firman Tuhan mengatakan, “tunduklah kepada Allah, Iblis lari daripadamu.” Dengan kebenaran Firman, kita dikuduskan, hasrat-hasrat kita disucikan, hidup kita bersih. Dalam hal ini, setiap orang dapat memilih, apakah berjalan dalam iman atau tidak berjalan dalam iman. Ini pergumulan. Seseorang bisa memiliki iman yang teguh atau tidak, itu tergantung masing-masing orang. Setiap orang harus memilih dengan sadar dan sengaja untuk memiliki iman yang teguh. Kualitas iman dalam arti penurutan terhadap kehendak Allah ini, tergantung masing-masing individu melakukannya. Menghadapi musuh yang satu ini, tidak cukup hanya dengan iman dalam arti keyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, tetapi juga kesediaan untuk sungguh-sungguh mengerti kehendak Allah dalam segala hal yang menyangkut hidup kita pribadi lepas pribadi, dan melakukannya.

Iblis akan sangat terganggu kalau kita benar-benar berusaha untuk sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus. Ia akan terganggu kalau kita benar-benar melakukan perjalanan rohani ke Kerajaan Surga untuk menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga, atau yang sama dengan menjadi corpus delicti. Iblis bisa senang kita sukses dalam hidup ekonomi, keluarga tidak bermasalah, studi anak-anak sukses, kuliah di sana-sini juga sukses, memiliki pekerjaan. Akan tetapi Iblis akan selalu mengusahakan agar kita jangan memindahkan hati ke surga. Iblis senang kita bisa sukses dalam berbagai karier. Bila perlu, Iblis menambahkan sebanyak-banyaknya berkat jasmani atau kemakmuran duniawi atau kemakmuran lahiriah, asal kita tidak bertumbuh semakin sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus.

Gagal fokus mengakibatkan seseorang tidak masuk ke dalam Kerajaan Surga.