Berkat Pembentukan-Nya

Bagi orang percaya, kesempatan hidup yang hanya sekali di dunia yang sangat singkat ini adalah proses belajar, yang sama dengan sekolah kehidupan. Sekolah kehidupan kita dimulai dari hal-hal sederhana yang terjadi dalam kehidupan kita setiap hari. Itulah sebabnya, kita tidak boleh menganggap remeh setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita setiap hari. Tuhan menyatakan bahwa rambut di kepala kita pun terhitung (Mat. 10:30). Dalam teks bahasa Inggris versi King James diterjemahkan: But the very hairs of your head are all numbered. Kata ‘dihitung’ atau ‘diberi nomor’ artinya Tuhan menandai setiap lembar rambut kita. Pernyataan ini hendak menunjukkan betapa teliti Tuhan terhadap kita. Tuhan memedulikan kita lebih dari kita memedulikan diri sendiri. Oleh sebab itu, hendaknya kita tidak berpikir bahwa Tuhan kurang peduli terhadap keadaan kita. Kalau ada masalah hidup yang berat yang sedang kita hadapi, kita harus jujur memeriksa apakah hal itu akibat kesalahan kita atau bukan. Kalaupun kita mengalami kesulitan bukan akibat kesalahan kita, kita bersyukur karena di balik semua peristiwa kehidupan, Tuhan hendak menjuruskan kita kepada kesucian Tuhan dan kesempurnaan-Nya.

Dengan demikian, setiap hari setiap jam, setiap menit, dan detik, Tuhan menyediakan berkat pembentukan-Nya yang nilainya tidak terbatas. Semua hal tersebut mengerjakan harta abadi yang tidak akan dapat diperoleh di kesempatan lain. Dalam setiap keadaan, Tuhan mendatangkan kebaikan bagi kita. Tentu selama kita mengerti maksud Tuhan di balik semua kejadian yang kita alami. Dalam kenyataan hidup ini, hanya ada satu bencana, yaitu kalau seseorang terpisah dari hadirat Tuhan selama-lamanya. Itulah sebabnya, sering Tuhan mengizinkan masalah berat kita alami, agar kita terhindar dari bencana abadi. Kalau seseorang mengerti hal ini, tidak ada lagi persungutan; sebaliknya, yang ada adalah ucapan syukur. Kalaupun tidak diucapkan, tetapi ucapan syukur tersebut menghiasi jiwanya. Inilah yang dimaksud dengan menaruh percaya kepada-Nya. Orang yang menaruh percaya kepada Tuhan adalah orang-orang yang peduli terhadap apa yang dipedulikan oleh Tuhan. Tentu yang dipedulikan oleh Tuhan adalah kesempurnaan hidup kita ini. Untuk itu, dengan sangat teliti Tuhan menggarap kita melalui pendidikan sekolah kehidupan, guna kesempurnaan kita.

Pernyataan Tuhan Yesus dalam Matius 10:30 mengisyaratkan bahwa Tuhan sangat teliti memperhatikan kita. Ketelitian Tuhan nyata dalam tindakan-Nya menyeleksi setiap peristiwa yang diizinkan-Nya terjadi dalam hidup kita. Tuhan menaruh jaring di depan kita agar kita terhindar dari kejadian yang tidak perlu kita alami. Jadi, semua kejadian yang kita alami telah melalui seleksi Tuhan. Tuhan mengontrol dan mengendalikan segala keadaan. Dengan demikian, Tuhan membentuk kita melalui segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini, termasuk masalah-masalah sederhana yang terjadi dalam kehidupan ini. Tuhan turut bekerja dalam segala hal (Rm. 8:28). Persungutan adalah sikap tidak menghargai kebijaksanaan Tuhan dan sikap penolakan terhadap penggarapan Tuhan. Orang yang suka bersungut-sungut adalah orang yang berhenti bertumbuh atau sukar bertumbuh. Anak sekolah yang baik adalah anak yang suka menerima tugas. Sebab, tugas tersebut membuat dirinya bertambah maju dan cerdas. Kehidupan ini menjadi menarik kalau kita menyukai perubahan, yaitu perubahan ke arah kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Memang hanya untuk itulah kita hidup.

Hidup di dunia ini adalah masa persemaian atau pembibitan. Bibit yang buruk tidak akan ditanam Tuhan di Taman Abadi-Nya. Kalau orang tidak menyadari ini, maka filosofi hidupnya adalah: “Mari kita makan dan minum sebab besok kita mati” (1Kor. 15:32). Inilah pertimbangan hidup manusia pada umumnya, sebab mereka tidak tahu atau tidak mau tahu bahwa hidup di dunia ini hanya masa persemaian. Masa persemaian yang singkat ini adalah waktu sangat berharga, karena menentukan apakah ia akan menjadi bibit yang terbuang atau bibit yang digunakan. Jika kita sungguh-sungguh menyadari realitas ini, kita akan memilih sekolah kehidupan untuk mengisi dan memaknai hidup ini. Pada akhirnya, kita dapat mengerti betapa berharganya hidup ini. Keberhargaan hidup ini terletak pada kesempatan dimana Bapa berkenan mendidik kita agar kita menjadi “pangeran-Nya.” Maka, jangan hindari pembentukan Tuhan selama masih ada waktu.

Di setiap hari setiap jam, setiap menit, dan detik, Tuhan menyediakan berkat pembentukan-Nya yang nilainya tidak terbatas, yang merupakan harta abadi yang tidak akan dapat diperoleh di kesempatan lain.