Berjalan dengan Allah

Kehidupan sebagai anak-anak Allah itu sebenarnya sangat luar biasa, asal kita benar-benar mengisi hidup kita sebagai anak-anak Allah yang benar. Dikatakan “sebenarnya” sebab banyak orang Kristen yang tidak menyadari betapa luar biasa kehidupan sebagai anak-anak Allah tersebut. Mereka menganggapnya bukan sesuatu yang luar biasa, oleh karenanya mereka lebih memilih mengenakan kehidupan anak-anak dunia sebagaimana yang dijalani hampir setiap orang. Melalui perjuangan setiap hari, kita menstimulasi (merangsang) diri kita masing-masing untuk bisa berjalan bersama Tuhan. Oleh sebab itu kita harus merindukan dan benar-benar bersedia memiliki kehidupan berjalan dengan Allah. Seperti Henokh yang berjalan bersama Allah, kita pun dapat berjalan dengan Dia (Kej. 5:24). Karena Roh Kudus dimeteraikan di dalam diri kita, kita bisa berjalan bersama dengan Allah. Justru itulah maksud kedatangan Tuhan Yesus ke dunia, agar kita dapat berjalan bersama dengan Allah. Itulah sebabnya Yesus memiliki nama Immanuel, yang artinya Allah beserta kita.

Berjalan bersama dengan Allah harus menjadi kerinduan kita, yaitu bagaimana bisa berjalan dengan Allah setiap hari. Dengan mengalami hidup berjalan dengan Allah, barulah kita dapat membuktikan keberadaan Allah yang hidup. Hal ini disebut sebagai mengalami Allah yang hidup. Mengalami Allah yang hidup dengan segala dampaknya merupakan harta yang tidak ternilai. Selama ini banyak orang hanya beragama tanpa mengalami Allah secara nyata. Banyak orang hanya sibuk dengan fantasi mereka sendiri dalam ber-Tuhan, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh mengalami perjumpaan dengan Allah.

Ada lagu yang berjudul: “Angkat Aku Dalam Kemuliaan-Mu.” Kalimat yang mengatakan “angkat aku dalam kemuliaan-Mu,” artinya bagaimana orang percaya berjalan bersama Allah. Itulah kemuliaan kehidupan yang dapat dimiliki manusia, khususnya orang percaya. Kemuliaan hidup seseorang bukan karena memiliki pasangan hidup dan keturunan, bukan karena berkedudukan tinggi, kaya secara materi, terhormat di mata manusia dan lain sebagainya yang bersifat fana, melainkan kalau seseorang bisa berjalan dengan Allah. Berjalan dengan Allah adalah kemuliaan hidup seseorang. 

Menjadi doa kita bersama dan kerinduan yang tulus, untuk kita bisa berjalan dengan Allah. Ini adalah isi permintaan yang melebihi semua permintaan. Untuk berjalan dengan Allah, kita harus hidup dalam kekudusan, dan tidak boleh ada percintaan dunia. Hadirat Allah harus menjadi satu-satunya tempat perteduhan kita. Orang percaya yang benar tidak merasa aman tanpa persekutuan yang benar dengan Allah. Allah adalah realitas yang lebih dari segala realitas. Dia bukan fantasi. Kalau kita berdoa, ke gereja, dan melakukan segala kegiatan hidup, harus dalam penghayatan terhadap kehadiran Allah. Kalau kita membiasakan diri selalu menghayati kehadiran Allah, maka hal menghayati kehadiran Allah menjadi sesuatu yang otomatis melekat di dalam diri kita. Tetapi kalau seseorang tidak terbiasa menghayati kehadiran Allah, maka sangat sulit dapat baginya untuk menghayati kehadiran Allah sekali pun ketika ia berada di ujung maut.

Kita harus menjadikan hal berjalan dengan Allah ini sebagai kerinduan dan agenda kita satu-satunya. Kita harus menggumuli hal ini dengan sungguh-sungguh sampai kita menutup mata. Setiap hari kita harus sungguh-sungguh mengalami realitas berjalan bersama dengan Allah. Kalau kita benar-benar berjalan dengan Allah, maka saat-saat kebersamaan dengan Allah, membuat kita semakin terpikat kepada-Nya dan kita juga dapat memikat hati Allah. Dari hal ini terjalin persekutuan yang indah dengan Allah sejak di bumi sampai nanti di surga. Orang yang tidak pernah berjalan dengan Allah sejak hidup di dunia ini, tidak akan pernah berjalan dengan Allah selama-lamanya.  Dalam hal ini, apakah seseorang akan masuk surga atau neraka sudah dapat dilihat dari apakah ia berjalan dengan Allah sejak di bumi sekarang ini atau tidak.

Kumpulan orang-orang yang benar-benar bersedia dipisahkan dari dunia adalah gereja Tuhan yang sesungguhnya. Walaupun mereka hidup di tengah-tengah dunia, dan juga melakukan kegiatan seperti orang lain lakukan, tetapi hati mereka telah dipindahkan di Kerajaan Surga. Dalam hal ini mereka memenuhi yang dikatakan oleh firman Tuhan bahwa “kita sudah mati, hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah” (Kol. 3:3). Sebagai anak-anak Allah, kita harus berkerinduan untuk selalu berjalan dengan Dia, dan selalu bersedia membayar berapa pun harganya. Ini adalah kebutuhan kita yang mendesak, penting dan selalu darurat, bahkan tidak ada yang lebih penting selain ini. Oleh sebab itu, di dalam hidup kita tidak boleh ada sedikit pun dosa, atau kenajisan, dan tidak boleh ada percintaan dunia sama sekali. Sebab hanya mereka yang kudus dan tidak terikat dunia yang dapat berjalan bersama dengan Allah.