Benar-Benar Benar

Saudaraku,

Sebenarnya tema ini hendak mengisyaratkan bahwa adanya suatu nilai etika atau moral di atas segala nilai yang selama ini dianggap sudah baik atau benar. Ini berarti adanya sebuah terobosan di dunia etika dan agama yang tidak mudah ditemukan titik temunya. Untuk memahami kebenaran ini harus dengan kejujuran, kerendahan hati dan maksimalkan rasio serta faktor lain yang tidak ditemukan dalam ajaran mana pun. Benar-benar benar juga hendak menunjukkan adanya suatu tuntutan untuk mengenali apa yang sungguh-sungguh atau benar-benar benar. Ini berarti selama ini terjadi pemalsuan kebenaran. Ada hal-hal yang dianggap sebagai kebenaran puncak atau kebenaran murni padahal belum mencapai level kebenaran yang sejati. Pemalsuan ini bisa bertahan lama sebab apa yang belum benar tersebut bukan sesuatu yang bisa dianggap bernilai rendah.  Apa yang belum benar-benar benar tersebut juga bernilai baik dan paling tidak dianggap sebagai standar bagi hampir semua orang. 

Oleh karena hal ini, maka banyak orang tidak lagi memperkarakan apa yang benar-benar benar itu. Faktor lain mengapa mereka tidak menemukannya sebab juga tidak mudahnya didapatkan sarana untuk mencerdaskan pikiran guna menemukan apa yang benar-benar benar. Dan yang paling menghambat diajarkannya kebenaran yang benar-benar benar adalah fakta bahwa apa yang bertentangan dengan konsep yang ada (yang konservatif) sering mudah dianggap sebagai sesat. Spirit konservatif membelenggu teologi benar.

Tuhan akan membuka kebenaran yang benar-benar benar kepada mereka yang memenuhi kualifikasi untuk menerima penyingkapan kebenaran. Pertama, mereka yang memiliki latar belakang teologi yang memadai untuk menggali kekayaan Alkitab. Kedua, mereka yang haus dan lapar akan kebenaran dan bersedia tidak mencintai dunia (Luk. 16:11). Dengan kualifikasi ini maka Roh Kudus akan membuka rahasia kebenaran tersebut (Yoh. 16:13). Kebenaran yang benar-benar benar ini bukan sekadar konsumsi pikiran, tetapi sebagai juklak (petunjuk pelaksanaan) kehidupan orang-orang yang sungguh-sungguh mau menjadi sempurna seperti Bapa; mereka yang sedang berusaha memiliki kedaulatan atas moralnya tanpa batas. 

Saudaraku,

Kebenaran yang benar-benar benar ini biasanya tidak terikat dengan sistim agama yang selama ini membelenggu kehidupan orang beragama yang lebih bersifat legalistik. Kebenaran yang benar-benar benar lebih bersifat batiniah. Memang akhirnya kebenaran seperti ini sulit dirumuskan dengan kata-kata atau kalimat, tetapi bisa dipahamai dengan pikiran yang cerdas dan diperagakan. Peragaan kebenaran yang benar-benar benar ini akan dapat dirasakan oleh orang lain dan sangat memikat. Inilah sebenarnya yang disebut sebagai jalan hidup. Seperti yang telah disinggung di atas bahwa kebenaran yang benar-benar benar merupakan terobosan yang tidak bisa bertindih tetap dengan kebenaran agama dan etika yang sudah ada. Ini berarti akan terjadi sedikit friksi atau bahkan bertentangan dengan dengan moral umum. Misalnya: 

  • Hal dosa. Bagi agama dan etika pada umumnya dosa adalah pelanggaran terhadap hukum. Tetapi dalam kekristenan, dosa adalah meleset; artinya tidak melakukan sesuai dengan selera Tuhan. Dalam hal ini titik tolak kesucian adalah pikiran dan perasaan Tuhan. 
  • Hal doa, dimana dalam agama pada umumnya, doa dipahami sebagai permintaan. Dalam berdoa seseorang mengajukan permintaan, tetapi dalam kekristenan doa adalah usaha untuk mengerti kehendak Tuhan. Bukan mengajukan permintaan, tetapi mengajukan diri untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah. 
  • Hal berbuat baik, biasanya dipahami sebagai memberi sesuatu kepada orang yang membutuhkan pertolongan. Tetapi dalam kekristenan berbuat baik adalah melakukan sesuatu untuk menunjang atau melengkapi proyek keselamatan, bagaimana manusia dikembalikan kepada rancangan semula. Jika tidak demikian, kebaikannya menjadi sia-sia. 
  • Hal beribadah, dalam agama-agama pada umumnya, ibadah berarti melakukan kegiatan di lingkungan rumah ibadah. Dalam kekristenan, ibadah adalah menggunakan semua potensi jasmani dan rohani untuk kepentingan Tuhan, yaitu menggenapi rencana Allah, baik bagi diri sendiri maupun orang lain yang kita bantu. 
  • Hal memuji dan menyembah Tuhan adalah kegiatan dalam lingkungan gereja yaitu pada waktu mengadakan liturgi, tetapi sebenarnya tidak demikian. Menyembah Tuhan adalah ketika seseorang memberi nilai tinggi Tuhan dan mewujudkan itu dalam tindakan. 

Selanjutnya agama mengajarkan bahwa beragama atau bertuhan selain menjadi baik (menurut moral) juga usaha untuk memperoleh jalan keluar bila memiliki suatu masalah. Ini namanya azas manfaat. Tetapi seharusnya tidaklah demikian, kekristenan mengajarkan kalau kita berurusan dengan Tuhan karena kita hendak menemukan tempat kita di hadapan Tuhan untuk mengabdi dan melayani Tuhan. Dengan demikian azas manfaat diganti azas devosi.

Pada umumnya seseorang merasa bahwa dirinya adalah penduduk bumi dan berusaha untuk hidup sesuai dengan standar umum yang berlaku serta berusaha untuk menikmati sebanyak-banyaknya apa yang disediakan. Kebenaran yang murni mengajarkan bahwa kita harus merasa sudah mati dan hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus. Walaupun belum meninggal, kita harus sudah mulai memindahkan hati ke dalam Kerajaan Surga. Cara berpikir ini suatu cara berpikir yang tidak dikenal dalam masyarakat umum.  

Teriring salam dan doa,

Erastus Sabdono

Kebenaran yang benar-benar benar merupakan terobosan yang tidak bisa bertindih tetap dengan kebenaran agama dan etika yang sudah ada.