Allah Pasti Mengabulkan

Saudaraku sekalian yang kekasih,

Di dalam Injil Matius 6:32, ada kalimat yang sangat indah, “Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu.” Mungkinkah Bapa tahu lalu Bapa pura-pura tidak tahu? Tidak mungkin. Atau mungkinkah Bapa tahu, tapi Dia tidak memenuhi yang kita butuhkan? Juga tidak mungkin. Kalau orangtua di bumi ini tahu apa yang baik untuk anak-anaknya dan menyediakannya, Bapa di surga lebih dari itu. Mari kita belajar memercayai Allah. Bukan saja kita bisa mengucapkan Allah itu baik, tetapi memercayai bahwa Dia memang sungguh baik. Bukan saja kita bisa mengucapkan bahwa Allah itu mulia, tetapi kita memercayai bahwa Allah dalam semua yang dikerjakan dan Pribadi-Nya adalah mulia. Jadi kalau kita kkawatir, kita berarti tidak memercayai kebaikan Allah dan Pribadi-Nya yang mulia itu. Itu yang sering tanpa kita sadari terjadi dalam hidup kita. Terutama pada waktu kita ada dalam persoalan-persoalan berat dan Tuhan seakan-akan tidak menolong kita atau seakan-akan orang yang menjahati kita itu menang di atas angin. Kita menjadi kecut dan kecil hati lalu ada suara dalam hati kita, “Mengapa Allah membiarkan hal ini?” Padahal Allah tidak membiarkannya. Semua ada perhitungannya. Ingat kalimat ini, “Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu.”

Kita percaya bukan dengan kata-kata saja, tetapi dalam batin, jiwa, hati, sehingga kita melewati dan menjalani hari-hari kita dalam keteduhan dan ketenangan karena kita tahu bahwa ada Allah yang hidup, yang Mahahadir menjadi Gunung Batu pertolongan kita, menjadi Kota Benteng perlindungan kita. Dengan cara itu sebenarnya kita memuliakan Allah. Dengan cara itu sebenarnya kita meninggikan Dia. Dengan hati yang teduh dan tenang kita melewati hari-hari kita yang kelabu, hari-hari kita yang gelap. Kita tidak akan menabrak-nabrak, karena Tuhan melihat segala hal dan di dalam kegelapan Dia menuntun kita. Dan pasti kita akan selamat sampai ke rumah Bapa. Jadi untuk persoalan-persoalan hidup yang kita hadapi, kita yakin Allah berkuasa menolong, pasti menolong, pasti mencukupi kita. Apa pun masalah Saudara saat ini, walaupun tidak didoakan oleh pendeta secara khusus, Saudara sendiri membawa masalah itu kepada Tuhan dan memercayai bahwa segala sesuatu yang Allah lakukan itu baik adanya, maka Tuhan pasti menolong. Atau Tuhan pasti melakukan tindakan-tindakan yang itu baik untuk kita. Walaupun tentu tidak sedikit Saudara yang tidak suka dengan tindakan dan keputusan Tuhan dan menganggap tindakan dan keputusan Tuhan itu tidak bijaksana, merugikan, menyakiti Saudara.

Saudaraku,

Percayalah Allah itu sangat baik. Segala sesuatu yang dilakukan Allah itu sempurna. Kita bisa percaya. Dan kalau kita sebagai anak-anak Allah yang memang hidup untuk kemuliaan-Nya, kita percaya segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita itu untuk kemuliaan Allah. Dan tentu di balik semua itu untuk kebaikan kita. Ingat kalimat ini, “Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu.” Kalau hal ini kita bawa, kita kaitkan dengan kebutuhan kita yang paling prinsip, paling utama yaitu, kesucian hidup, kesalehan hidup, keberkenanan di hadapan Bapa; kita menjadi sukacita luar biasa. Mengapa? Karena Allah pasti mengabulkan apa yang menjadi permintaan kita, pasti. Kalau kita membaca Matius 6:33, firman Tuhan mengatakan, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.” Tuhan yang menyuruh kita mencari Kerajaan-Nya. Ini sama dengan bagaimana menjadi anak-anak Allah, bagaimana menjadi anggota keluarga Kerajaan Allah yang baik, yang benar menurut standar Allah. Ia pasti mengabulkan.

Jadi siapa yang menerima pengabulan doa ini? Ya, mereka yang haus dan lapar akan kebenaran. Haus dan lapar akan kebenaran artinya orang yang sangat mengingini kehidupan yang berkenan di hadapan Allah. Allah pasti mengabulkan, Allah pasti memenuhi. Tetapi kalau kehausan Saudara bukan kepada kebenaran, bukan pada kerinduan menjadi anak-anak Allah yang berkenan, Anda tidak bisa menerima pemenuhan itu. Itulah sebabnya tadi saya katakan, “Akan tetapi Bapamu tahu kamu membutuhkannya.” Sebagai manusia, memang kadang kita memiliki kekhawatiran, ketakutan, kecemasan atau perasaan insecure (merasa tidak aman), atau bisa kadang-kadang kecurigaan terhadap Allah yang kita pandang kurang memuaskan kita. Tapi hari ini kita mau memilih untuk percaya Allah, tidak meragukan Dia. Dengan tidak khawatir, tidak takut, tidak cemas, pasrah saja; “Kalaupun aku harus hancur, aku jatuh di genggam-Mu.” Itu paling aman. Dunia mau bergolak hebat bagaimana, “aku ada di dalam genggam-Mu.” Nah, kemudian kita baru memiliki kerinduan yang kuat, kehausan untuk menjadi anak-anak Allah yang berkenan, atau terkait dengan Matius 6:33 ini, kita menjadi warga anggota keluarga Kerajaan Allah; “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya.”

Ini yang Tuhan kehendaki kita lakukan dan inilah pesan Tuhan, nasihat Tuhan, suara Tuhan bagi kita saat ini. Jangan anggap ringan, jangan anggap remeh. Ini hal yang sangat prinsip di dalam kehidupan. Kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, menjadi orang saleh, orang suci Tuhan yang menyenangkan hati Bapa atau menjadi anak kesukaan Bapa. Sekali lagi, ingat, “Akan tetapi Bapamu tahu, kamu membutuhkan semua itu.” Serahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan, Bapa di surga akan menaungi kita.

Teriring salam dan doa,

Pdt. Dr. Erastus Sabdono

Allah pasti mengabulkan apa yang menjadi permintaan kita, yaitu bagi orang yang haus dan lapar akan kebenaran.