Allah Menilai

Saudaraku,

Kita sudah melewati bulan-bulan yang panjang terhitung sejak awal pandemik pada Maret 2020 yang lalu. Tuhan sudah menuntun kita, memberikan kekuatan sehingga tidak satu hari pun kita ditinggalkan dan dilupakan-Nya. Kita pasti diperhatikan Tuhan. Allah bukan Allah yang pilih kasih, Allah bukan Allah yang asal-asalan menilai orang, tetapi Allah adalah Allah yang memperhatikan siapa yang setia kepada Bapa, siapa yang tidak. Ketika Tuhan mau menghancurkan Sodom dan Gomora, Dia ingat Abraham. Karena Abraham, Lot pun diselamatkan. Padahal Lot pernah bersikap kurang pantas terhadap Abraham; tetapi Tuhan tetap sayang Lot. Di sini kita menemukan bahwa Allah membedakan orang yang serius berurusan dengan Allah dan orang yang tidak serius berurusan dengan Allah. Pasti Allah membedakan.

Tidak mungkin Saudara yang tekun mencari hadirat-Nya, tekun berdoa, tekun mendengarkan kebenaran diperlakukan sama dengan orang yang tidak tekun. Allah bukan pilih kasih, bukan tembak ngawur, tetapi Allah memilih, Allah memperhatikan; siapa yang setia berurusan dengan Allah, dengan Diri-Nya. Dan tentu kalau kita bertekun, pasti kita tergiring untuk hidup takut akan Allah, pasti tidak mudah lagi hidup sembrono. Kalau kita berbuat salah, pasti ada rasa bersalah yang menyakitkan hati kita. Dahulu, ketika kita berbuat salah, hati bisa tetap tenang, tetapi sekarang kalau sampai berani berbuat salah, salah kecil saja, jiwa kita terganggu. Dan ini yang akan membangun kesucian hidup atau hidup yang berkenan di hadapan Allah.

Allah pasti memperhatikan kita, pribadi lepas pribadi. Saudara akan pasti diperlakukan Allah istimewa karena Saudara juga memperlakukan Allah istimewa. Jangan hanya pada waktu kepepet, punya masalah, terdesak, kecepit baru mencari Tuhan, baru berseru-seru, berteriak-teriak, meratap berdoa. Ini orang-orang yang tidak fair Kita harus selalu merasa membutuhkan Tuhan, kita berlindung kepada Tuhan, tidak hanya pada waktu kita punya masalah. Jangan hanya kita punya masalah berat, tetapi setiap hari kita datang kepada Tuhan dan mengatakan aku perlu Kau Tuhan. Karena kita bukan hanya membutuhkan pertolongan Tuhan dari masalah-masalah yang menyangkut pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi setiap hari kita membutuhkan bimbingan dan tuntunan Tuhan. Supaya kita bisa hidup suci, bisa hidup tidak bercacat, tidak bercela, agar kita bisa menghormati Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Dengan cara demikian, sebenarnya kita sedang membangun benteng perlindungan. Dan benteng perlindungan kita itu Tuhan. Kita membangun benteng perlindungan untuk keluarga kita, untuk anak-anak kita, untuk orang-orang yang kita kasihi. Seperti Allah, karena Abraham mengingat Lot; Allah pun akan menolong orang-orang yang kita kasihi karena mengingat kita. Ini sudah pasti. Kalau kita melihat keluarga kita yang dalam kesulitan, yang sakit, dan lain-lain; kita juga terbatas untuk menolong mereka; Allah tidak terbatas, Allah bisa menolong. Maka, Saudara memiliki peran yang besar untuk keselamatan keluarga Saudara dan orang-orang yang Saudara kasihi. Jadi jangan sampai kita menjadi kendor.

Belajar terus hidup suci, jangan menyakiti hati Tuhan, jangan mengingini dunia, jangan berbuat dosa apa pun bentuk, jenis dosa itu, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, kasihi musuhmu, setia kepada pasanganmu, jujur di pekerjaan, jangan menyakiti, melukai orang, jangan merugikan sesamamu. Ayo, kita belajar benar-benar memiliki hati dan perbuatan yang menyenangkan hati Allah. Pasti kita menjadi istimewa. Dan kita ingat bahwa perjalanan kita pasti berakhir di kematian dan setelah itu kita akan menemukan kemuliaan bersama dengan Tuhan Yesus di Kerajaan Surga. Hanya itu harapan kita. Kita tidak mengharapkan dunia membahagiakan kita, karena memang dunia tidak dapat membahagiakan kita. Kebahagiaan kita hanya di dalam Tuhan.

Teriring salam dan doa,

Erastus Sabdono

Allah bukan Allah yang pilih kasih, Allah bukan Allah yang asal-asalan menilai orang, tetapi Allah adalah Allah yang memperhatikan siapa yang setia kepada Bapa, siapa yang tidak.